• Mengapa Tidak Boleh Mengaktifkan Ponsel di Pesawat?


    Mengapa Tidak Boleh Mengaktifkan Ponsel di Pesawat?

    Inilah jawaban dari segala kegundahan Anda selama ini.



    Kami yakin Anda kerap bertanya dalam hati mengapa dilarang mengaktifkan ponsel ketika melakukan penerbangan. Bahkan, pemerintah pun bersikap tegas terhadap isu ini, yakni melalui Pasal 54 butir (f) Undang-Undang (UU) RI Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan yang berbunyi: “Setiap orang di dalam pesawat udara selama penerbangan dilarang melakukan: pengoperasian peralatan elektronika yang mengganggu navigasi penerbangan.

    (Baca juga artikel:
    7 Lounge Penerbangan First Class Terbaik di Dunia)

    Larangan terkait sudah berlaku sejak 1988 silam, yakni ketika Radio Technical Communication Aeronautics (RCTA), merekomendasikan larangan menggunakan peralatan elektronik portable pada saat pesawat lepas landas dan mendarat. Larangan tersebut dilatar belakangi oleh keluhan pilot mengenai gangguan instrumen navigasi pesawat saat lepas landas dan mendarat yang disebabkan oleh susupan  gelombang-gelombang elektronik di luar sinyal yang diberikan oleh menara pengatur lalu lintas udara di bandara.


    Terlebih mengenai penggunaan ponsel di penerbangan, sinyal ponsel dan sinyal navigasi pesawat sama-sama mengandalkan frekuensi gelombang yang terkoneksi ke Base Transceiver Station (BTS). Bedanya, sinyal ponsel akan tetap menyambung dengan frekuensi terkait ketika dalam posisi aktif. Sementara, pesawat juga membutuhkan frekuensi yang sama dalam menjalin komunikasi dengan menara pengatur lalu lintas udara di darat. Ketika dua penggunaan frekuensi tersebut berbenturan, maka muncul gelombang elektromagnetik pemicu noise yang mengganggu sistem komunikasi pesawat sehingga pilot kesulitan menerima instruksi dari menara pengatur lalu lintas udara.

    (Baca juga artikel: Rekomendasi Oleh-Oleh Terbaik Ketika Pergi Dinas)

    Lebih lanjut, alasan larangan mengaktifkan ponsel dalam penerbangan, khususnya ketika lepas landas dan mendarat, adalah terkait sebuah isu krusial berjuluk '11 menit yang kritis' (critical 11 minutes) dalam ranah aviasi. Selama 11 menit, pilot membutuhkan konsentrasi penuh berkomunikasi dengan menara pengawas lalu lintas udara untuk keluar/masuk parkir, taxi (berjalan ke/dari landasan pacu), hingga lepas landas atau bersiap mendarat. Di rentang waktu 11 menit ini pula, mayoritas kecelakaan pesawat terjadi, mulai dari slip ban ketika mendarat, pemanfaatan landasan pacu yang tidak maksimal, hingga benturan jadwal penggunaan landasan pacu.


    Lalu, bagaimana dengan penggunaan fitur flight mode pada ponsel? Apakah memang benar aman untuk penerbangan? Teknologi flight mode dirancang untuk mematikan bagian pemancar pada ponsel, sehingga gelombang elektromagnetik yang dimilikinya, seperti Bluetooth, NFC, GPS, LAN, WiFi, dan GSM/CDMA tidak bisa digunakan untuk berkomunikasi. Flight mode juga diciptakan sebagai jawaban atas ketergantungan khalayak terhadap ponsel sebagai alat hiburan, sehingga diharapkan penggunanya dapat tetap memotret, mendengarkan musik mp3, menonton file video, membaca e-book, hingga bermain game selama penerbangan. Dengan begitu, risiko mabuk udara (air sickness) dapat teralihkan.

    (Baca juga artikel: Tips Makan Sehat Selama Perjalanan Jarak Jauh)

    Meskipun begitu, masih ada cukup banyak maskapai penerbangan yang melarang ketat penumpangnya mengaktifkan ponsel dan alat eletronik sejenis, sekalipun dalam fitur airplane mode. Salah satu asumsi pemberlakukan larangan tersebut adalah masih ada kemungkinan gelombang elektromagnetik yang disebabkan oleh aktifnya pewaktu internal (clock) pada gawai terkait.

    Saran kami, tentu saja, tetap mematuhi peraturan penerbangan yang ada demi keselamatan penumpang. Mungkin penggunaan ponsel dan alat elektronik akan diperbolehkan secara bebas jika teknologi aeromobile (teknologi komunikasi elektronik di pesawat) benar-benar segera terealisasikan.


    Baca juga artikel:
    5 Destinasi Wisata Unik dan Trendi di Tokyo
    Inilah Lokasi Wisata Kuliner Terbaik di Dunia
    Perjalanan Unik Menelusuri Kutub Utara





    TEKS: HAPPY FERDIAN
    FOTO: DOK. ESQUIRE


    TAG : dailynews pengetahuan travel gaya hidup dunia pria



- MORE STORIES -


Daily News  17/11/2017

5 Pekerjaan Terbaik untuk Bisa Keliling Dunia

Mendapat penghasilan sekaligus kesempatan berkeliling dunia.



Daily News  1/11/2017

Christopher Bailey Segera Pensiun dari Burberry

Setelah 17 tahun lamanya memimpin rumah mode Inggris paling berpengaruh di dunia.



Daily News  30/10/2017

Kitty Live, Aplikasi Live Streaming Bercita Rasa Global

Gaya baru dalam menggunakan aplikasi live streaming.



OTHER ARTICLE