• Perkembangan Mode Pria di Indonesia (bagian 4 - habis)


    Perkembangan Mode Pria di Indonesia (bagian 4 - habis)

    Ketika geliat generasi mud apenggerak fashion muncul di awal milenium.


    Di era millenium, dunia fashion di Indonesia tak lantas patah semangat. Pengusaha garmen Benarty Suhali bersama dengan Biyan Wanaatmadja menghadirkan produk fashion dengan label (X)S.M.L yang merupakan kemajuan dalam industri fashion dan industri garmen itu sendiri. Selama hampir dua dekade label ini tetap eksis dengan busana siap pakai serta aksesorinya. Itang menuturkan bahwa dulu pengusaha garmen enggan untuk melirik perancang busana untuk bergabung menjadi mitranya. Namun, sekarang justru sebaliknya, pengusaha garmen kini mengandalkan para perancang busana untuk menjalankan perputaran bisnisnya. Beliau menambahkan bahwa hal tersebut merupakan sebuah simbiosis mutualisme.

    (Baca juga artikel:
    Perkembangan Mode Pria di Indonesia)

    Di awal dekade ini, banyak perancang yang mulai melirik bisnis pakaian pria. Salah satunya adalah Samuel Wattimena, perancang senior asal maluku yang mengawali karirnya dengan mendesain busana khusus untuk wanita sepanjang tahun 80an. Beliau mulai mendesain busana untuk pria pada tahun 2002. Awalnya ia memulainya dengan membuat desain untuk artis seperti Harvey Malaiholo, Chrisye, hingga untuk produksi film karya sutradara senior di Indonesia.


    Blazer sulam karya Sameul Wattimena

    Dalam karyanya, Samuel memberikan sentuhan klasik serta etnik dengan pilihan kain yang semarak. Ia juga menambahkan bahwa para pria di Indonesia kini sudah mulai percaya dengan busana karya perancang lokal. Namun untuk aksesori seperti tas dan sepatu, mereka lebih mempercayai merek luar. Pada masa ini para perancang menawarkan hal serupa seperti Obin dengan labelnya yaitu Bin House. Konsumennya adalah para pria matang yang merasa nyaman dengan gaya busana klasik. Ramli, seorang perancang busana pria juga mengatakan hal serupa. Produk kemeja bordirnya sangat digemari kalangan penjabat bahkan almarhum mantan presiden Soeharto.

    (Baca juga artikel: Inspirasi Pakaian Pria di Pekan Mode Paris)

    Saat pusat perbelanjaan di Indonesia menyediakan brand mewah dan memiliki reputasi yang baik di kancah internasional mulai menjamur di tanah air seperti Ermenegildo, Zegna, Brioni, Hugo Boss, Canali, A. Testoni, hingga departement store yang sangat ternamaseperti Central dengan lantai khusus menyediakan busana pria, justruĀ  perancang muda mulai bertebaran dan bahkan mereka memilih untuk merancang busana khusus untuk pria.

    Dengan kemajuan industri fashion tanah air baik di dalam maupun luar negeri, khususnya pria, media dengan segmen khusus pria pun mulai bermunculan. Salah satunya adalah Esquire. Di usianya yang lebih dari sepuluh tahun, Esquire melihat para perancang muda di tanah air memiliki potensi untuk berkembang. Esquire juga turut ambil bagian dalam kemajuan fashion tanah air sebagai majalah lifestyle yang menjadikan fashion sebagai bagian dari pria intelektual.


    Esquire Look

    Esquire Look merupakan sebuah rubrik yang menghadirkan karya perancang tanah air dan mengawali kelahiran pemain baru dalam dunia fashion pria. Bahkan ada beberapa perancang yang tadinya hanya merancang busana untuk wanita kini beralih dengan merancang busana pria, seperti Arantxa Adi, Deden Siswanto, Musa, Edward Hutabarat, Priyo Oktaviano, Ichwan Thoha, Lenny Agustin, dan Irsan. Kalangan muda menghadirkan fashion khusus untuk peria dengan merek-merek yang dibangun oleh generasinya sendiri.

    (Baca juga artikel: 10 Model Rambut Pria Paling Favorit)

    Sixteen Dscale dan Nanonine adalah contoh label indie yang skala bisnisnya sudah mencapai ke mancanegara. Dunia fashion kini mulai menarik perhatian kaum pria. Bahkan beberapa diantara mereka merasa perlu untuk menghadiri acara peragaan busana dan duduk di barisan paling depan. Banyak label perancang muda yang turut hadir meramaikan dunia fashion pria seperti Jeffry Tan, Danjyo Hyoji, Nikicio Homme, hingga aksesori berupa sepatu dari Seba Shoes. Karena saat ini pasr pria sudah sangat plural dan banyaknya opsi dalam memilih fashion yang ada, maka perancang muda kini bebas memilih segmen pasar sesuai dengan targetnya.


    Koleksi Danjyo Hiyoji "Vena" - Fall/Winter 2015-2016



    Perkembangan fashion pria yang berkembang ke arah yang positif tentunya merupakan sebuah kabar gembira. Pertumbuhan industri fashion lokal yang kini jauh lebih eksis dapat dijadikan sebagai bagian dari industri kratif yang sangat potensial. Sejak 10 tahun belakangan, pemerintah giat mencanangkan dukungan yang maksimal untuk industri kreatif untuk dalam menghadapi krisis ekonomi global. Bukan tidak mungkin kalau industri fashion turut mengobati krisis ekonomi global. Pada akhirnya, dibutuhkan kesadaran masyakarat dan pemerintah dalam memandang dunia fashion. Bukan hanya sebuah ilustrasi dangkal.


    Baca juga artikel:
    Inspirasi Pakaian Pria di Pekan Mode Milan
    6 Benda Fashion Pria Berusia Panjang

    Tips Bijak Belanja Fashion bagi Pria




    TEKS: AMIN MULIA

    EDITOR: HAPPY FERDIAN

    FOTO: DOK. ESQUIRE


    TAG : #fashion # dunia pria # gaya hidup # style # pengetahuan # sejarah
    loading...
    loading...

- MORE STORIES -


Style & Grooming  21/4/2017

Mengulik Sejarah Singkat Denim pada Fashion Pria

Butuh sejarah panjang untuk menjadi pakaian kebanggan banyak orang.




Style & Grooming  17/4/2017

Transisi Segar Koleksi Kacamata & Sunglasses MCM

Ketika jiwa muda menjadi standar inspirasi desain terkini.


Style & Grooming  17/4/2017

Kembalinya Si Rottweiler Favorit Dari Givenchy

Motif ikonis tampil kembali dalam koleksi kapsul khusus