HomeSubscribeAdvertiseSite Map RSSContact UsAbout Us
 
 
Post on 04/02/2010
MOcabre!

Mochammad Maliki Stamboel dan Timothy Timo Tjahjanto seperti ditakdirkan berjumpa di dataran Australia sekitar tujuh tahun silam, ketika keduanya tengah mencecap pendidikan di negeri itu. Setelah sempat menelurkan dua film pendek berjudul Sendiri, disusul Dara, keduanya pun mewujudkan debut layar lebar: Rumah Dara alias Macabre. Agar lebih catchy mereka pun memperkenalkan nama baru duo sutradara, Kimo dan Timo atau Mo Brothers.

 

Mengapa memilih genre slasher?

Kimo (K): Kami ingin melakukan hal yang beda. Bosan dengan pocong dan kuntilanak. Sebagai orang baru di industri film, kami ingin stand out.

Timo (T): Genre ini merupakan guilty pleasure saya sebagai filmmaker. The Texas Chainsaw Massacre (1974) adalah pure masterpiece buat saya. Benar-benar inspiratif dan menjadi approach pertama saya untuk mulai berpikir memproduksi film layar lebar.

 

Seperti apa dinamika kerja kalian sebagai duo sutradara?

(K): Saling melengkapi. Saling mengingatkan untuk tetap fokus.

(T): Sebetulnya kami punya skill masing-masing. Kimo lebih kuat di sisi bisnis, sementara saya punya background desain, sehingga kami saling belajar. Tantangannya adalah untuk saling memahami ego satu sama lain. Creative process is not all about overflowing ideas, it's also about finding the perfect pieces to match each others.

 

Apakah ada tip khusus tentang kerja tim?

(K): Harus bisa menerima kritik, kontrol ego, dan ingat, kerjasama tim adalah kunci sukses.

(T): Jangan lelah untuk terus belajar.

 

Premis yang ingin disampaikan kepada penonton dari film Macabre?

(K): If you want to live, you've got to fight for it.

(T): Sebetulnya film ini masih mengajak penonton untuk mengesampingkan logika dan have fun. Tapi lebih dalam lagi adalah tentang bertahan di tengah tekanan masalah, dengan pilihan: hadapi atau lari?

 

Menurut kalian, apa tolok ukur kesuksesan sebuah film?

(K): Dapat melebihi kepuasan dan ekspektasi penonton.

(T): Ketika film kami berhasil membuat penonton bereaksi dan keluar bioskop dengan luapan emosi, entah benci, marah, sedih, senang, atau takut. That means your job is 90% done!

 
 
Menghapus Noda Merah
Dalam operasi terhadap suporter sepakbola tiga bulan lalu, aparat kepolisian DKI Jakarta menyita puluhan senjata tajam, mulai dari celurit, parang, pedang Samurai, puluhan rantai, sampai sabuk berkepala besi. Selang seb...
Bersih-Bersih Jejak Digital
Foto dengan gambar vokalis band Gigi, Armand Maulana, beredar di internet April lalu. Armand mengenakan kaos berwarna merah bertuliskan “We'll Rather Walk Alone!” dengan gambar burung yang dihujam sebuah tri...
Benteng Baresi
Bagi Anda penggemar sepakbola pasti mengenal tokoh satu ini. Ia adalah “penjaga benteng” terakhir (sebelum kiper) di pertahanan AC Milan dan Italia pada era ‘80an hingga ‘90an. Hampir setiap penye...
gallery
gallery
gallery
gallery
gallery
gallery
gallery
gallery
gallery
See more gallery »
BARU

BARU (ks):
1. Sesuatu yang lebih baik, lebih berkualitas.
2. Meninggalkan yang lama dan menjadikannya pelajaran hidup untuk melangkah lebih maju lagi.
3. Mampu membuat kita tersenyum bahagia.
4. Berpikir kreatif. 5. Boros, buang-buang waktu dan energi, keinginan duniawi belaka.

 
Contact Us | Site Map | Mobile | Free Newsletter | FAQ | Privacy and Terms of Use
Subcribe | Advertise | Recommended Links
© 2009 ESQUIRE - Indonesia

MRA Media Group