HomeSubscribeAdvertiseSite Map RSSContact UsAbout Us
 
 
Post on 05/05/2010
Mukesh Ambani: Dari India ke Dunia

Teks: Ramzy Hasibuan

Bagi Anda pemerhati peringkat orang terkaya di dunia ini, mungkin Anda sudah tahu jika miliarder asal Meksiko Carlos Slim Helu dinobatkan salah satu media cetak dunia sebagai orang termahsyur di dunia saat ini. Namun apakah Anda perhatikan salah satu orang "langganan" yang selalu berada di jajaran top peringkat tersebut? Dialah Mukesh Ambani. Pengusaha India ini bukan orang baru di jajaran “elit”. Pada 2007 Ia bahkan sempat dinobatkan menjadi orang terkaya di planet ini dengan nilai kekayaan 63,2 dolar AS, mengalahkan begawan piranti lunak Bill Gates dan Carlos Slim Helu.

Mukesh Ambani lahir di Aden, Yaman pada 19 April 1957. ia adalah pemimpin sekaligus pemegang saham terbesar Reliance Industries, kelompok perusahaan sektor swasta terbesar di India. Poliester (bahan mentah untuk berbagai produk seperti tekstil hingga botol), minyak, dan gas merupakan "mainan" utama Mukesh. Pada tahun ini kekayaannya diperkirakan mencapai 29 miliar dolar AS dan masuk dalam jajaran 5 terkaya di dunia.

Mukesh merupakan anak tertua dari Dhirubhai Ambani sebagai pemilik Reliance yang didirikan pada 1966. Tempaan untuk menjadi orang besar memang sudah dilakukan sang bapak sedari dini. Dhirubhai sudah menyadari arti pentingnya kemandirian bagi anak-anaknya. Mukesh masih ingat bahwa bapaknya tidak pernah sekalipun mengunjunginya saat ia berada di sekolah dasar. Bapaknya pula yang sengaja mendatangkan seorang "guru"khusus yang mengajari anak-anak untuk merasakan berbagai hal mulai dari bermain hoki, naik bis dan kereta api, mengunjungi berbagai pelosok kota Bombay. "Berbagai pengalaman ini sangat membantu kami mandiri, walau saat itu kami sama sekali tidak menyadari bahwa proses pembelajaran sedang berlangsung," kenang Mukesh.

Saat berada di sekolah menengah, Mukesh pun sudah diperkenalkan dunia bisnis oleh sang bapak. Saat akhir pekan, Mukesh tak jarang menghabiskan berjam-jam di kantor bapaknya untuk melihat langsung tranksaksi bisnis maupun strategi usaha yang dilakukan perusahaan sang bapak.

Mukesh merupakan sarjana teknik kimia dari University Department of Chemical Technology di India. Sambil kuliah, ia mulai bekerja di perusahaan bapaknya. Pilihan Mukesh untuk mengambil jurusan ini sempat mengejutkan keluarga besarnya yang lebih berharap dirinya kuliah di jurusan teknik pertekstilan, sektor bisnis yang dikuasai Reliance saat itu. "Saya memilih jurusan ini karena yakin inilah masa depan. Lagipula ini merefleksikan dua keyakinan bapak saya saat membangun Reliance. Selalu berinvestasi di bisnis yang mempunyai masa depan dan menyalurkan bakat diri," ungkap Mukesh.

Ia kemudian memburu gelar MBA dari Stanford University, Amerika Serikat. Namun di tengah upayanya memburu gelar pendidikan pascasarjana, Mukesh justru memilih untuk tidak melanjutkan kuliah untuk bekerja penuh waktu di Reliance. Padahal kuliahnya akan rampung 6 bulan lagi dan tengah mempertimbangkan mengikuti program profesional muda dari Bank Dunia.

Pada 1981Mukesh bekerja penuh waktu. Mulai dirintisnya pabrik poliester oleh Reliance menjadi alasan utama ia drop out dari Stanford. Di bawah bimbingan sang paman Rasikbhai Meswani yang menjadi atasannya, Mukesh belajar tentang bisnis poliester seperti bagaimana mengimpor serat poliester, mengolahnya dan kemudian menjualnya ke berbagai pabrik tekstil.

Pertengahan era 1980-an, saat core business perusahaan sedang beralih ke sektor petrokimia dan minyak, menjadi era penuh tantangan bagi Mukesh. Rasikbhai meninggal dunia dan Dhirubhai Ambani terkena serangan jantung. Bapaknya pun akhirnya memutuskan menyerahkan pengelolaan operasional perusahaan kepada dirinya dan sang adik Anil Ambani.

Seakan tidak mau mengecewakan bapaknya...

(Baca artikel lengkapnya di Esquire Indonesia edisi Mei 2010)

 
 
Pertautan Tiga Prinsip di Gianyar
Di tengah-tengah demam Piala Dunia, sehari sebelum jutaan pencinta sepak bola menunggu pertandingan Argentina melawan Jerman, lebih dari 100 penari kecak asyik melakukan pra pertandingan di Lapangan Astina, Gianyar, Ubud. Penari kecak ...
Dari Wajan ke Bidadari
Jika Anda salah satu pengunjung tetap Bazaar Art Jakarta (BAJ), pasti tahu maksud dari judul di atas. Tahun lalu, pengunjung Pacific Place disuguhi sebuah instalasi seni “wajah” karya Teguh Osentrik yang terhampar dari bagia...
Loyalitas 150 Tahun
Jeanne Calment, wanita asal Perancis yang lahir pada 1875 bisa jadi salah satu manusia berusia terpanjang dalam sejarah. Ia berusia 122 tahun 164 hari ketika wafat pada 1997 silam. Konon, ketika berusia 12-13 tahun, ia sempat bertemu de...
gallery
gallery
gallery
gallery
gallery
gallery
gallery
gallery
gallery
See more gallery »
BARU

BARU (ks):
1. Sesuatu yang lebih baik, lebih berkualitas.
2. Meninggalkan yang lama dan menjadikannya pelajaran hidup untuk melangkah lebih maju lagi.
3. Mampu membuat kita tersenyum bahagia.
4. Berpikir kreatif. 5. Boros, buang-buang waktu dan energi, keinginan duniawi belaka.

 
Contact Us | Site Map | Mobile | Free Newsletter | FAQ | Privacy and Terms of Use
Subcribe | Advertise | Recommended Links
© 2009 ESQUIRE - Indonesia

MRA Media Group