HomeSubscribeAdvertiseSite Map RSSContact UsAbout Us
 
 
Post on 26/04/2012
Politik Tubuh Perempuan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan beberapa tokoh perempuan sebagai tersangka kasus korupsi. Kasus paling anyar adalah penetapan tersangka terhadap mantan Putri Indonesia 2001 dan anggota Partai Demokrat Angelina “Angie” Sondakh dan mantan Direktur Keuangan Group Permai, Mindo Rosalina Manullang. Angie dianggap menjadi penghubung antara pihak internal DPR dengan kontraktor dalam kasus Wisma Atlet dan proyek Hambalang. Penetapan status tersangka kepada dua wanita di atas menambah panjang daftar perempuan yang tersandra kasus korupsi. Sebelumnya, Miranda Gultom, Nunun Nurbaeti, dan karyawan Citibank Malinda Dee menjadi tersangka kasus korupsi. Melinda terjerat kasus pencucian uang (money laundering).

Para wanita di atas dikenal sebagai figur publik yang duduk di singgasana kursi kekuasaan, birokrasi, dan bisnis. Mereka seharusnya menjadi corong bagi perjuangan perempuan Indonesia. Mereka seharusnya berjuang merebut kembali martabat perempuan dalam posisi terhormat sebagaimana yang diperjuangkan R.A. Kartini.

Betapa tidak, Kartini sudah berjuang bukan saja melawan budaya patriarki yang menomorduakan perempuan dalam kehidupan bernegara, namun juga melawan budaya feodalisme pada zamannya. Budaya feodal cenderung memperlakukan perempuan sebagai pihak yang kalah: hanya boleh berada di ruang privat, seperti memasak, melayani suami, dan merawat anak. Berkat perjuangan gigih Kartini, perempuan mendapatkan tempat dalam ruang publik dan menjadi sejajar dengan laki-laki. Beberapa contoh kasus korupsi yang melibatkan wanita tentu saja mementahkan kembali perjuangan Kartini.

Jika dilihat secara cermat, para wanita yang tersangkut korupsi, mereka bukanlah pelaku utama korupsi. Mereka hanya dijadikan alat oleh kekuasaan politik dan bisnis untuk merampok uang rakyat dan mendapat previlese dalam kebijakan publik. Mindo dan Angie, misalnya, dijadikan sebagai alat oleh Nazarudin untuk membagi-bagikan uang kepada DPR agar proyek APBN jatuh ke pelukan perusahaanperusahaannya. Nunun Nurbaeti juga diperalat pengusaha untuk membagi-bagikan uang ke DPR agar memilih Miranda, sehingga kebijakan berpihak pada kepentingan pengusaha yang ingin berekspansi di sektor perbankan. Pertanyaannya, mengapa perempuan bisa diperalat?

Apabila dalam ekonomi klasik kita mendengar modal itu mencakup tanah, tenaga kerja dan keterampilan, maka dalam ekonomi modern sekarang yang kita kenal dengan kapitalisme ala neoliberalisme sudah bergeser total. Tiga komponen di atas sudah disatukan menjadi pendapatan (income). Dalam prinsip pasar, kebebasan adalah kebebasan memilih menurut selera pribadi atau preferensi. Selara pribadi/konsumen sangat tergantung pada daya beli (purchasing power). Daya beli sangat ditentukan oleh seberapa pendapatan dan penghasilan.

Dalam bahasa sederhana dapat dilukiskan proyek kapitalisme dalam bentuk neoliberalisme seperti berikut: modal itu bekerja laksana cemeti yang secara permanen mencambuki kita untuk melakukan renovasi kemampuan diri dan mengembalikan seluruh gerak gerik manusia ke dalam transaksi pasar. Hidup dalam zaman kapitalisme adalah pacuan, dan karena itu diberkatilah si cepat, karena ia akan mendapat pahala. Tetapi pada saat yang sama, sebagaimana dalam setiap pacuan, si lambat senantiasa merangkak di urutan belakang. Dan dalam proyek neoliberal, ketertinggalan itu bukan karena kesalahan pacuan, melainkan karena kesalahan si lambat sendiri yang gagal merenovasi diri menjadi si cepat.

Istilah “si cepat” bisa dimengerti secara harafiah, tetapi juga dapat dipahami sebagai nama lain bagi si muda, si cantik, si tampan, si cekatan, si kaya, dan seterusnya. Sebaliknya, “si lambat” juga dapat dipahami sebagai sebutan bagi si tua, si cacat, si buruk rupa, si gagap, si tidak terampil, si miskin, dan seterusnya. Entah yang mana, dalam proyek neoliberal soalnya bukan ketuaan atau kemiskinan itu sendiri, tetapi ketuaan dan kemiskinan telah mengutuknya ke dalam daya-beli rendah yang abadi. Ia harus minggir dari transaksi, atau merenovasi diri, sebab dalam transaksi pasar berlaku prinsip “pembeli tertinggi adalah pemenang.

Penjelmaan paling sempurna dari kapitalisme adalah homo economicus (manusia ekonomi), seperti yang dicetuskan Adam Smith. Dalam kata lain, manusia harus menjadi sosok pengusaha. Karena model manusia sejati adalah pengusaha, setiap orang perlu melihat dan mengubah dirinya sesuai idiom bisnis dan pasar. Artinya, apa saja yang ada padanya—dari uang sampai tanah, dan dari kecantikan sampai ijazah—adalah modal yang mesti diubah menjadi laba.

Tidak heran, jika Malinda menggunakan cara-cara rapi, melakukan manipulasi akuntansi, melakukan pencucian uang agar uang masuk ke perusahaannya. Uang digunakan untuk mempercantik tubuh, seperti operasi wajah dan bagian tubuh lainnya. Permintaan akan kecantikan tidak lepas dari tuntutan keras dalam logika pasar. Dalam pasar, seluruh diri perlu dirawat agar mendapat laba. Tanpa itu, perempuan tidak bisa menjadi bintang iklan, menggaet banyak nasabah dan konsumen. Dengan demikian, kemolekan tubuh perempuan digunakan pebisnis untuk mendapatkan laba. Kemolekan tubuh perempuan dalam pasar menjadi aset berharga bagi pebisnis mengakumulasi modal. Dunia politik pun berbanding lurus dengan logika pasar. Dalam politik, perempuan direkrut partai politik bukan hanya berdasarkan kompetensi dan kematangan berpolitik, namun karena daya tarik perempuan untuk mendulang suara massa pemilih.

Dalam kasus Angie, untuk belanja online saja, ia dapat mengeluarkan dana senilai 1 miliar rupiah. Apalagi orang-orang sekelas Angie yang notabene seorang selebriti dan merangkap sebagai politisi, pasti biaya perawatan tubuh menjadi sangat mahal. Produk-produk kosmetiknya bisa diduga, bermerek, demikian aksesorinya. Pasti harganya super fantastis.

Jika tata rias tubuh dan wajahnya seperti itu, apalagi mobil dan rumahnya, pasti sangatlah super mewah. Filsuf dan sosiolog Jean Baudrillard misalnya mengatakan, tingkat konsumsi, kepemilikan benda-benda material sangat menentukan status sosial seseorang dalam masyarakat kapitalis. Identitas perempuan (dalam konteks pembahasan tentang perempuan) ditentukan oleh kepemilikan benda-benda material. Tak salah Bourdilard mengatakan, di era kapitalisme, orang mengonsumi barang dan jasa bukan karena nilai barang, melainkan karena nilai simbolis di baliknya. Malinda, misalnya, membeli mobil-mobil mewah, bukan sekadar sebagai moda transportasi, namun karena identitas dan status sosialnya semakin dikokohkan oleh barang-barang mewah tersebut. Para wanita yang menghamba pada barang tentu dengan mudah diperalat dan bisa melakukan apa saja untuk mendapat uang termasuk melakukan korupsi.

Para wanita yang terjebak korupsi di atas sebenarnya memudarkan semangat juang kiprah tokoh perempuan lain yang sudah berani dan tegas mengambil jarak terhadap kekuasaan dan menempuh jalan sendiri untuk merebut cita-cita menuju Indonesia yang sejahtera. Sudah banyak bukti, perempuan telah menjadi tokoh kunci menuju transformasi demokrasi. Tokoh perempuan juga mampu menegaskan diri dihadapan kekuasaan politik dan bisnis. Mereka tidak mudah tunduk dan ditaklukkan. Mantan Presiden Megawati adalah salah satu contoh. Hal itu termanifestasi dalam sikap partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk mengatakan tidak terhadap koalisi super dan tetap pada jalan opisisi. Pilihan oposisi adalah bagian pengambilan jarak terhadap politik dominan. Tampil beda dalam negara hukum demokratis, bukan berarti musuh, melainkan menjadi bagian penting agar tercapai mekanisme check and balance.

Kehadiran mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani di jajaran birokrasi semakin memberikan ekspektasi tinggi bagi kepemimpinan perempuan. Sentuhan karakter perempuan—halus, rapi, dan bersih—ternyata sangat dibutuhkan untuk mengolah keuangan negara. Karakter feminin itu ia tunjukkan melalui pengaturan belanja fiskal yang bersih dan tertib. Dalam mengurus rumah tangga negara, Sri berani melawan raksasa bisnis dan pengemplang pajak agar penerimaan negara meningkat. Sri melakukan reformasi birokrasi di jajaran Departemen Keuangan. Itulah sebabnya, ia menjadi tokoh kunci yang mengangkat pamor Indonesia ke jajaran negara-negara G-20. Pertumbuhan ekonomi semakin mantap dan Indonesia bebas dari gejolak krisis 2008.

Buah karya Kartini memang ada yang jatuh di tanah subur, sehingga menghasilkan buah berlimpah. Namun, ada juga yang jatuh di tanah tandus dan kering, sehingga tidak membawa perubahaan berarti bagi negara. Kisah perempuan yang terjerat kasus korupsi, seperti Anggie, Mindo, Melinda dan Nunun adalah kisah-kisah miris bagaimana perjuangan Kartini jatuh di tanah yang tandus.

Korupsi adalah virus yang mengotori perilaku dan moral. Adalah tantangan untuk kaum hawa untuk melawan dan agar tidak diperalat kekuasaan. (Teks: Ferdy Hasiman, Foto: Dok. Esquire)

 
 
Rambut Bagi Pria
Tampil keren dengan aksesori alami Anda. Enaknya pria, kita tak perlu menambahkan macammacam untuk melengkapi penampilan. Tuhan telah memberikan aksesori alami untuk dimanfaatkan: rambut wajah. Menurut pengamat mode Muara Bagdja, citr...
Jangan Lupa Sarapan
Rutinitas pria eksekutif menuntut manajemen waktu yang efisien. Namun terkadang kesibukan mempersiapkan materi pertemuan bisnis menyita waktu di pagi hari. Alhasil tidak sedikit pria yang terpaksa melewatkan makan pagi, karena terbata...
Dilahirkan Dipuja Dicemooh Dikenang
Pagi itu, penduduk Edo terenyak. Sepanjang hidup mereka, boleh jadi tidak ada yang pernah melihat benda semacam itu sebelumnya. Kapal-kapal besar, mengeluarkan asap dari puncaknya, dan terbuat dari besi hitam legam. Kapal-kapal itu me...

Esquire May 2013 - Internal Affair - Esquire Style
Esquire May 2013 - Rory Asyari for Man & Toys
See More Video...
Seksi

 
SEKSI (ks): 1. Pesona yang berkaitan dengan daya tarik seksual (bisa apa saja: tubuh, suara, mata) pada manusia dan makhluk lain yang tolok ukurnya bersifat personal. Jadi sah saja kok kalau Anda ingin bilang, monyet itu seksi banget! 2. Tuntutan peran, profesionalisme, rekayasa imaji atas nama kreativitas seni. 3. Beda tipis dengan porno/vulgar, bisa dikaitkan dengan intelektualitas atau hal lain tetapi ujung- ujungnya tak bisa dipisahkan dari akar kata itu sendiri, seks. Sulit dibayangkan Anda berkata, Nenek itu seksi sekali pakai bikini!



UNITY CASA by BRAVACASA

Bazaar Art Jakarta

Festival Teluk Jailolo 2013

AMICA Spring/Summer Festival 2013

9 Summers 10 Autumns

COSMO MEN 2013

Esquire Best Dressed Real Men 2013

Promo Ipad
 
Contact Us | Site Map | Mobile | Free Newsletter | FAQ | Privacy and Terms of Use
Subcribe | Advertise | Recommended Links
© 2009 - 2013 ESQUIRE - Indonesia

MRA Media Group