Arab Spring memang membawa banyak mujizat dan angin segar, namun perjuangan belum usai. Tahun lalu, Iyad El-Baghdadi seorang warga Palestina yang tinggal di Dubai mulai berkampanye via Twitter dengan hashtag #ArabTyrantManual melalui akunnya @iyad_elbaghdadi tentang advis bagaimana diktator dapat terus berkuasa. Berikut ini beberapa tweet-nya.
Salahkan pergerakan massa dengan alasan mereka ditunggangi “agenda asing”.
Gelar parade militer. Katakan ini demi negara. Sebenarnya ini untuk menunjukkan apa yang akan menimpa rakyat jika mereka merencanakan makar.
Buatlah sesi wawancara yang menawan dengan seorang jurnalis tenar. Christiane Amanpour contohnya.
Bebaskan preman-preman dari penjara, persejatai mereka, dan biarkan mereka berulah di masyarakat.
Reshuffle kabinet. Kemudian, reshuffle lagi.
Perlihatkan bagaimana Anda mencintai dan melayani negara. Buatlah yang emosional dan mengharukan.
Umumkan bahwa Anda merencanakan pengurangan cengkeraman militer dengan cara damai di pemilu mendatang. Penerapannya 12 tahun dari sekarang.
Umumkan kepada rakyat yang turun ke jalan, jika mereka tidak pulang, negara ini akan menjadi X (X=Irak, Afganistan, Libya, dll.) yang kedua.
Pilihlah oposisi yang penampilannya tidak meyakinkan dan tak punya dukungan rakyat. Buatlah “pembicaraan” dengannya tentang perubahan.
Ingatlah untuk menggunakan taktik menunda untuk mencairkan dan memindahkan tumpukan aset curian.
Umumkan bahwa Anda adalah prajurit hebat yang pantang menyerah lalu pesanlah sebuah suite di Jeddah. (Teks: Jeremy Lawrence, Editor in Chief Esquire Timur Tengah, Foto: Getty Images, SIPA Press, Dok Esquire)