HomeSubscribeAdvertiseSite Map RSSContact UsAbout Us
 
 
Post on 26/10/2011
Ketika Tiap Detik Begitu Berharga

Menggilai IT Sejak Remaja
Ketika SMA, orangtua Calvin Kizana memberinya hadiah ulang tahun berupa komputer PC XT dengan layar komputer yang hanya menampilkan empat warna. “Itu hadiah yang tidak akan saya lupakan. Dari hadiah itulah saya mulai jatuh cinta pada komputer”, begitulah kenang CEO PT Elasitas Multi Kreasi, sebuah perusahaan IT (information technology) ternama yang memosisikan diri sebagai spesialis di bidang industri telekomunikasi dan juga mobile application.

Selepas SMA di tahun 1991, Calvin pun meneruskan minatnya dengan memilih jurusan ilmu komputer di salah satu sekolah tinggi komputer di Jakarta. Pemilihan tempat kuliahnya ternyata dibarengi dengan diterimanya ia dalam program beasiswa kampus itu. Calvin sangat senang karena, menurut pengakuannya, ia bukanlah datang dari keluarga berada. Kondisi keuangan keluarga yang pas-pasan membuatnya harus memutar otak untuk bisa terus sekolah. Dalam menghadapi kondisi keuangannya itu, Calvin pun mengambil kerja sambilan sembari menyelesaikan kuliahnya. “Pekerjaan pertama saya sebagai technical support dengan gaji 150.000 rupiah per bulan sampai menjadi penulis di media massa khusus komputer,” kisahnya. Sembari kuliah, pekerjaan selanjutnya adalah di bagian riset dan pengembangan perusahaan komputer yang berafiliasi dengan Apple Computer. Dengan bekerja, kuliahnya sempat terbengkalai. Beruntung, akhirnya Calvin bisa lulus di tahun 1996.

Berjuang Untuk Berdikari
Waktu lima tahun menjadi karyawan dirasa cukup bagi Calvin. “Saya sebenarnya bukan tipe pemberontak, tapi saya tidak senang diatur atasan. Jadi ada jiwa enterpreneur di dalam diri saya”. Ia merasa banyak ambisinya yang tidak bisa terealisasi karena tidak sejalan dengan visi perusahaan. Akhirnya ia pun memutuskan untuk membangun perusahaannya sendiri bersama teman-temannya yang dinamakan Batavia Net. Sayangnya perusahaan yang membuat produk multimedia seperti information kiosk itu tak mampu bertahan menghadapi krisis moneter. Kebetulan ketika itu, ia kembali dipanggil oleh pihak Apple untuk kembali bergabung. Kali ini, di kantornya yang berada di Singapura. Tak punya banyak pilihan, Calvin pun berangkat ke sana.

Bertahan hanya satu tahun di Apple Singapura, Calvin berpindah-pindah perusahaan di Singapura sembari tetap mengerjakan proyek programming dari berbagai pihak di luar negeri, salah satunya berasal dari Amerika Serikat. Kesempatan menjelajahi dunia IT di AS, tepatnya Denver, Colorado, pun mampir ketika ia setuju diajak oleh kliennya untuk berdomisili di AS agar Calvin tidak lagi terasa jauh secara jarak untuk mengerjakan berbagai proyek IT programming. Sayangnya lagi-lagi krisis menimpa. AS didera tragedi 11 September 2001.

Sebagai ekspatriat, Calvin pun harus rela pekerjaannya hilang dan menganggur selama 2 bulan. “Di Amerika saya sudah belajar teknologi yang dua sampai tiga kali lebih maju daripada yang ada di Indonesia saat itu. Kalau saya mulai lagi di indonesia, pilihannya tinggal satu, yaitu mulai usaha sendiri.” Maka pada 2002, ia memulai usahanya dari awal di Indonesia yang hanya berisikan Calvin sendiri dan satu orang yang ia pekerjakan dalam bidang desain. Garasi dan kamar tidurnya ia sulap menjadi kantor. Beruntung, pada awal perjalanan perusahaan yang pada akhir tahun 2002 diberi nama Elasitas itu langsung kebanjiran proyek. Pintu makin terbuka lebar ketika perusahaan pusat Nokia di Finlandia memercayainya untuk membuat portal ponsel. Ia diminta mendefinisikan teknologi browsing ponsel yang waktu itu masih bernama WAP. Inovasi berikutnya yang dilakukan oleh timnya adalah dengan membuat user generated content (konten berbasis pengguna) berisikan foto dan video pada tahun 2002-2003. Lebih dulu dibandingkan Youtube dan Flickr yang baru muncul beberapa tahun kemudian. Prinsip yang ia tekankan dalam bekerja bersama timnya adalah blue ocean strategy, yaitu mencari pasar yang masih belum dijamah, bermain di dalamnya, sehingga pada saatnya pasar tersebut akan tumbuh ramai dengan pesaing, ia akan pindah dan mencari lagi pasar yang masih kosong. Begitu seterusnya.

Sekarang, proyek yang ditangani perusahaan yang mempekerjakan kurang lebih 80 orang karyawan ini sudah semakin luas. Berbagai perusahaan di luar negeri mempercayakan proyeknya untuk dikerjakan oleh Elasitas, seperti Yahoo!, Nimbuzz, Sanrio, Disney, Electronic Arts, dan lain sebagainya.

Peduli waktu
Ada satu fashion item yang membuatnya kecanduan, yaitu jam tangan. Ia memiliki filosofi unik tentang hal itu. “Jam itu mengingatkan bahwa tiap detik itu begitu berharga. Pastikan bahwa tiap detik yang kita jalankan itu berguna untuk diri kita dan orang lain,” ujar penggemar label Chopard, Tag Heuer, dan IWC Schaffhausen. Karena kepeduliannya terhadap waktu itulah Calvin memberikan perhatian tersendiri terhadap kesempatan berkarya generasi muda. Bersama beberapa rekannya, ia membentuk Project Eden, sebuah proyek yang merangkul start up (para pemula yang baru ingin memulai bisnisnya) untuk ‘diinkubasi’ dengan cara diberikan mentoring, training, dan pematangan ide. Ya, semacam wadah bagi orang-orang sukses untuk menurunkan ilmunya pada generasi muda. Ini berangkat dari pengalamannya yang tak pernah berhenti belajar. “Saat saya membuat perusahaan, saya harus belajar banyak hal: keahlian manajemen, komunikasi, akuntansi, dan sebagainya”, ujar suami dari Jeanette dan ayah dari Ken Raphael Kizana ini.

 
 
Prajurit Akhir Pekan
Di Taiwan, banyak orang kekurangan waktu di hari-hari kerja untuk berlatih, sehingga mereka berusaha menjaga bentuk tubuh dan penampilan keren dengan berolahraga di akhir pekan atau hari-hari libur. Mereka dijuluki “para prajuri...
Rambut Bagi Pria
Tampil keren dengan aksesori alami Anda. Enaknya pria, kita tak perlu menambahkan macammacam untuk melengkapi penampilan. Tuhan telah memberikan aksesori alami untuk dimanfaatkan: rambut wajah. Menurut pengamat mode Muara Bagdja, citr...
Jangan Lupa Sarapan
Rutinitas pria eksekutif menuntut manajemen waktu yang efisien. Namun terkadang kesibukan mempersiapkan materi pertemuan bisnis menyita waktu di pagi hari. Alhasil tidak sedikit pria yang terpaksa melewatkan makan pagi, karena terbata...

Esquire May 2013 - Internal Affair - Esquire Style
Esquire May 2013 - Rory Asyari for Man & Toys
See More Video...
Seksi

 
SEKSI (ks): 1. Pesona yang berkaitan dengan daya tarik seksual (bisa apa saja: tubuh, suara, mata) pada manusia dan makhluk lain yang tolok ukurnya bersifat personal. Jadi sah saja kok kalau Anda ingin bilang, monyet itu seksi banget! 2. Tuntutan peran, profesionalisme, rekayasa imaji atas nama kreativitas seni. 3. Beda tipis dengan porno/vulgar, bisa dikaitkan dengan intelektualitas atau hal lain tetapi ujung- ujungnya tak bisa dipisahkan dari akar kata itu sendiri, seks. Sulit dibayangkan Anda berkata, Nenek itu seksi sekali pakai bikini!



UNITY CASA by BRAVACASA

Bazaar Art Jakarta

Festival Teluk Jailolo 2013

AMICA Spring/Summer Festival 2013

9 Summers 10 Autumns

COSMO MEN 2013

Esquire Best Dressed Real Men 2013

Promo Ipad
 
Contact Us | Site Map | Mobile | Free Newsletter | FAQ | Privacy and Terms of Use
Subcribe | Advertise | Recommended Links
© 2009 - 2013 ESQUIRE - Indonesia

MRA Media Group