November lalu, saya menyapa sekelompok jurnalis dan editor Esquire, dan seusai berpidato, saya mendengar pertanyaan yang sering saya dengar, “Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu?” Orang sering kali ingin membantu tapi tak tahu caranya. Jawaban saya: adopsilah satu anak! Bukan dengan cara tradisional, namun dengan membimbing satu anak, menuntun mereka untuk menghadapi tantangan, dan memerhatikannya mengeksplorasi kemungkinan yang tak terbatas untuk mencapai sukses. Ini adalah jenis hubungan yang hilang di masyarakat.
Saya beruntung dibesarkan di lingkungan yang membimbing saya memancarkan determinasi saya untuk membuat perubahan. Boys & Girls Club memberikan tempat bagi saya untuk tumbuh dewasa, dan gereja lokal saya yang punya banyak baju dan makanan, mengajar saya untuk melayani orang lain. Kegiatan-kegiatan itu memberikan cetak biru pada yayasan saya, UNL.
UNL memberikan pandangan baru kepada kaum muda melalui pendidikan dan pengalaman dunia nyata. Kami menekankan pentingnya kekuatan dari menemukan minat-minat yang terpendam, membangun ketertarikan tersebut menjadi talenta dan keterampilan, dan mereka mengambil apa yang sudah mereka pelajari dan selanjutnya mengajari orang lain.
Sekarang di tahun ke-13, kami tumbuh dengan cepat, dengan 5 cabang Amerika Serikat dan 4 empat komunitas internasional. Musim panas ini, kami akan menjadi tuan rumah acara tahunan Konferensi Kepemimpinan UNL Dunia, dan saya meminta tiap orang yang memiliki pikiran yang sama untuk bergabung membangun pemimpin masa depan. Anak-anak ini bisa membuat perubahan. Melanjutkan menanam bibit-bibit kebaikan dan mendukung pertumbuhan mereka adalah pekerjaan terbaik saya—kerja dari hati. (Selengkapnya tentang UNL, cek UshersNewLook.org) (Teks: Esquire, Foto: Getty Images, Sipa Press, Dok Esquire)