HomeSubscribeAdvertiseSite Map RSSContact UsAbout Us
 
 
Post on 20/09/2011
Kreativitas Tanpa Batas

Di persimpangan cita-cita
Menjadi pengajar adalah cita-cita Handi Irawan kecil. Sejak SD ia sudah pandai mengajarkan pelajaran kepada temantemannya. Bahkan ketika duduk di bangku SMP, Handi sudah sering menggantikan gurunya mengajar di kelas. “ Saya senang mengajar dan sharing. Saya juga melihat ada talenta dengan halhal keilmuan dalam diri saya,” terangnya. Talentanya yang besar dalam pelajaran membuat Handi terasa sangat mudah dalam menjalani pendidikannya. Juara kelas sudah menjadi hal biasa bagi dirinya. Nilai-nilainya yang hampir sempurna semua itu pula yang membuka jalan baginya untuk masuk Jurusan Teknologi Pangan Institut Teknologi Bandung (ITB) tanpa tes. Berkat nilainya yang selalu A+, ia menjadi asisten dosen matematika. “Saya jadi terbiasa mengajar 150 mahasiswa kala itu,” kenang pria kelahiran Solo, 1 April 1964.

Pergulatan dalam dirinya akhirnya muncul. Di tahun keempat kuliah, idealisme Handi mulai berubah melihat kenyataan yang ada. “Rupanya di Indonesia, mengajar dengan menjadi guru atau dosen itu agak kurang cukup untuk menghidupi keluarga,” terangnya. Sejak itu, Handi mengambil keputusan untuk membanting setir dari keinginan awalnya untuk menjadi pengajar ke dunia marketing. Selepas lulus kuliah, ia bekerja sebagai salesman di sebuah perusahaan pangan ternama. Di sana ia bekerja sampai menjadi marketing manager. “Marketing itu masih sama dengan mengajar, orang marketing itu kan senang mengajar, senang bicara, dan senang sharing juga,” terangnya sambil sedikit tertawa.

Sambil bekerja, keinginannya untuk terus belajar semakin besar. Ia mengambil MBA di Institut Pengembangan Manajemen Indonesia tahun 1990. Waktu itu ia sudah pindah kerja, dan menjadi senior manager di Bank Bali. Pada akhir 1990, Handi mendapat beasiswa master bidang marketing di New South Wales University. Selesai mendapatkan gelar master, Handi langsung melanjutkan pendidikan program Ph.D. di University of Wollongong. Di sini ia kembali mengajar. Ia menjadi satu-satunya dosen asal Indonesia yang mengajar di kampus itu. Kesempatan untuk mengabdi di dunia pendidikan kembali terbuka lebar ketika ia mendapat tawaran menjadi dosen tetap di sana. Tapi lagi-lagi ia berpikir keras untuk mengambil pilihan itu. “Di satu sisi saya masih senang mengajar, saya suka dunia akademis, tapi secara realistis, saya masih memiliki ambisi lain,” terang Handi yang hobi membaca dan golf ini. Akhirnya Handi membulatkan tekad untuk tidak menyelesaikan program Ph.D. dan kembali ke Jakarta. Sebuah realitas besar yang harus dihadapinya, antara menjadi seorang pengajar atau profesional. “Itu pertarungan dahsyat lho. Apakah harus saya selesaikan? Semua orang bilang, ‘Handi kamu bodoh, Ph.D. gratis tapi tidak diselesaikan.’ Tapi saya belajar, dalam hidup harus punya komitmen dan visi yang jelas, serta mengetahui siapa diri Anda,” terangnya. Akhirnya pada 1994 ia kembali ke Jakarta dan mulai fokus menekuni marketing.

Kompetensi dan determinasi
Tahun 1996 menjadi tombak baru dalam hidup Handi. Ia membuka Frontier Consulting Grop. Sebuah perusahaan yang mengombinasikan semua kesukaannya: mengajar, sharing, matematika, dan marketing. “Inilah pekerjaan yang sangat bagus dan menjadi satu kemasan yang pas untuk saya. Menjadi pengusaha dengan dengan basis akademisi, sehingga saya masih bisa mengajar dan sharing,” jelas Handi yang kini sudah dikaruniai tiga orang anak. Bermodalkan kemampuan dan pengetahuannya, ia mulai merintis Frontier. “Saya memulainya dari nol. Modalnya hanya intelectual capacity. Yang penting Anda memiliki kemampuan membuat model dan memiliki kemampuan riset,” terang Handi yang kini memiliki School of Marketing bekerja sama dengan Universitas Bunda Mulia.

Kreativitas tanpa batas. Itulah yang menjadi pegangan Handi dalam menjalani bisnis marketing. Ia selalu menekankan kepada para karyawannya—kini berjumlah 300 lebih—untuk selalu bisa hidup dari ide dengan cara meningkatkan kemampuan mengeksekusi ide tersebut. “Ide adalah salah satu dasar menjadi entrepreneur yang baik,” jelas pria yang pernah 13 tahun mengajar di Magister Manajemen Universitas Indonesia. Kini Frontier sudah ‘menelurkan’ banyak usaha lain, di antaranya software marketing dan media marketing. Frontier pun kini sudah memiliki banyak klien berupa perusahaan-perusahaan besar dari berbagai bidang yang ada di Indonesia.

Raja penghargaan
Inovasi dan kreativitas Handi bersama Frontier terus berjalan. “Perubahan dalam marketing itu cepat sekali. Kreativitas dan inovasi adalah jantung marketing. Ketika Anda stop, maka usaha Anda akan mati di situ,” tambah Handi yang kedepannya akan mengembangkan bisnis online marketing research. Handi mulai memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan. Penghargaannya antara lain, Top Brand Award, Indonesian Costumer Satisfaction Award (ISCA), dan Coorporate Images Award. “Total ada sekitar 300-400 award yang saya berikan setiap tahunnya,” tegas Handi yang juga menjadi penggagas Hari Pelanggan Nasional setiap 4 September ini.

 
 
Prajurit Akhir Pekan
Di Taiwan, banyak orang kekurangan waktu di hari-hari kerja untuk berlatih, sehingga mereka berusaha menjaga bentuk tubuh dan penampilan keren dengan berolahraga di akhir pekan atau hari-hari libur. Mereka dijuluki “para prajuri...
Rambut Bagi Pria
Tampil keren dengan aksesori alami Anda. Enaknya pria, kita tak perlu menambahkan macammacam untuk melengkapi penampilan. Tuhan telah memberikan aksesori alami untuk dimanfaatkan: rambut wajah. Menurut pengamat mode Muara Bagdja, citr...
Jangan Lupa Sarapan
Rutinitas pria eksekutif menuntut manajemen waktu yang efisien. Namun terkadang kesibukan mempersiapkan materi pertemuan bisnis menyita waktu di pagi hari. Alhasil tidak sedikit pria yang terpaksa melewatkan makan pagi, karena terbata...

Esquire May 2013 - Internal Affair - Esquire Style
Esquire May 2013 - Rory Asyari for Man & Toys
See More Video...
Seksi

 
SEKSI (ks): 1. Pesona yang berkaitan dengan daya tarik seksual (bisa apa saja: tubuh, suara, mata) pada manusia dan makhluk lain yang tolok ukurnya bersifat personal. Jadi sah saja kok kalau Anda ingin bilang, monyet itu seksi banget! 2. Tuntutan peran, profesionalisme, rekayasa imaji atas nama kreativitas seni. 3. Beda tipis dengan porno/vulgar, bisa dikaitkan dengan intelektualitas atau hal lain tetapi ujung- ujungnya tak bisa dipisahkan dari akar kata itu sendiri, seks. Sulit dibayangkan Anda berkata, Nenek itu seksi sekali pakai bikini!



UNITY CASA by BRAVACASA

Bazaar Art Jakarta

Festival Teluk Jailolo 2013

AMICA Spring/Summer Festival 2013

9 Summers 10 Autumns

COSMO MEN 2013

Esquire Best Dressed Real Men 2013

Promo Ipad
 
Contact Us | Site Map | Mobile | Free Newsletter | FAQ | Privacy and Terms of Use
Subcribe | Advertise | Recommended Links
© 2009 - 2013 ESQUIRE - Indonesia

MRA Media Group