HomeSubscribeAdvertiseSite Map RSSContact UsAbout Us
 
 
Post on 16/05/2012
Berjaya di Kanada

Naik-turun bisnis penguasa supermarket

Tak ada jalan yang mudah untuk meraih kesuksesan. Sepertinya itu memang pil pahit yang harus ditelan para pengusaha dunia demi menjaga eksistensi usahanya. Willard Galen Weston dapat dijadikan contoh. Ia adalah pengusaha asal Kanada dan executive chairman dari George Weston Limited (GWL), induk perusahaan distribusi dan makanan olahan terkemuka.

Selain memegang kendali penuh Weston Foods, Galen yang berpengalaman di bisnis ritel supermarket ini juga mengontrol perusahaan ritel makanan terbesar di Kanada, Loblaw Companies Limited. Ia juga tercatat menjadi nahkoda berbagai perusahaan ritel barang mewah terbesar di dunia, mulai dari Holt Renfrew di Kanada, Selfridges Group di Inggris, Brown Thomas di Irlandia, hingga waralaba department store De Bijenkorf di Belanda.

Beberapa tahun lalu ia juga mengakuisisi department store Ogilvy di Montreal. Sebagai orang penting di balik sebuah perusahaan raksasa, tak heran jika kekayaan Galen dan keluarga diperkirakan mencapai 7,1 miliar dolar AS dan merupakan orang terkaya nomor dua di negaranya.

Semua prestasi yang ia torehkan tidak datang begitu saja. Dalam urusan bisnis, ia beberapa kali dihadapkan pada situasi yang tidak menguntungkan. Pada 1974, Galen mulai menduduki jabatan puncak di George Weston Limited. Pada saat itu perusahaannya tengah berjuang dari berbagai kondisi keuangan yang sulit. Hasil akhir tahun Loblaw (jaringan supermarket besar yang dibelinya beberapa tahun sebelumnya) masih menunjukkan kerugian mencapai 48 juta dolar AS Akhirnya pada 1976, ia terpaksa menjual tiga divisi yang merugi, yaitu Chicago, Syracuse, dan California State. Ketiga divisi ini menaungi sekitar 280 toko sehingga mengurangi kepemilikan hampir setengah jumlah outlet di negara Paman Sam itu. Pada tahun-tahun pertama kepemimpinannya pula, Galen menjual aset hingga senilai 300 juta dolar AS seperti di Ontario.

Sekitar tiga dasawarsa berselang, kejadian hampir serupa berulang. Pada 2006, Loblaw kembali mengalami kerugian akibat program sentralisasi fungsi administrasi dan konsolidasi operasi gudang. Program ini membuat implikasi mandeknya ketersediaan barang yang berujung pada keluhan pembeli terhadap stok barang yang kosong. Kerugian perusahaan masih ditambah dari meruginya beberapa lini usaha lain, misalnya yang berlokasi di Ontario, Kanada.

Mundur ke belakang, dunia supermarket memang sudah mendarah daging dalam tubuh pria bernama lengkap Willard Gordon Galen Weston ini. Ia lahir di Marlow, dekat London, Inggris, 29 Oktober 1940. Galen merupakan anak bungsu dari sembilan anak pasangan Reta dan Garfield Weston. Garfield sendiri merupakan anak dari George Weston, pendiri George Weston Limited yang telah berkembang menjadi perusahaan dunia di era 1930 dengan membeli dan mengembangkan berbagai perusahaan biskuit dan roti di luar Inggris.

Masa kecil Galen dihabiskan di beberapa negara berbeda, mengikuti kesibukan ayahnya mengembangkan sayap perusahaan seperti di Amerika dan Eropa. “Saya bahkan sering menjadi pegawai serabutan di supermarket dalam lima bahasa yang berbeda,” kenang Galen.

Setelah menyelesaikan studi administrasi bisnis di University of Western Ontario pada 1961, Galen memutuskan hijrah ke Dublin untuk membuka toko grosirnya dengan modal uangnya sendiri. Insting bisnis yang tidak keliru karena tokonya terus berkembang. Ia bahkan mampu membuka toko cabang kedua dan mengubah status tokonya menjadi supermarket. Hanya butuh waktu sekitar empat tahun, ia telah memiliki enam cabang toko.

Era ‘60-an dan ‘70-an memang menjadi era gemilang bagi Galen. Pada 1969, ia membeli sebuah department store yang hampir tutup dan kemudian ia beri nama Penneys. Hanya butuh bilangan bulan, ia berhasil membuka empat cabang toko baru, sementara dua tahun berselang, “kaki” Penneys sudah berada di luar Dublin. Pada 1966, di saat ia menikah dengan seorang model top negaranya, Hilary Frayne, Galen juga mengakuisisi kompetitornya Quinnsworth.

Memasuki 1971, Galen diminta ayahnya Garfield yang saat itu menjabat chairman di George Weston Limited untuk memperhatikan jaringan supermarket Loblaws yang berbasis di Ontario. Supermarket ini ditengarai sedang menuju bangkrut akibat masalah utang hingga cabang-cabang toko kecil yang merugi. Setahun kemudian Galen akhirnya memutuskan membeli jaringan supermarket itu untuk kemudian diangkat menjadi chief executive officer Loblaw Companies Limited. Galen langsung bergerak cepat dengan melakukan konsolidasi operasi. Dalam setahun, 78 cabang toko yang merugi ditutup. “Sebagai toko dengan 200 jaringan, kami tidak terlihat baik. Namun sebagai toko dengan 100 jaringan, kami justru terlihat sangat baik”.

Tak hanya meringkaskan jumlah toko, berbagai upaya dilakukan Galen agar Loblaw bisa “bangkit dari kubur”, mulai dari menyewa ahli desain untuk menata ulang outlet, meluncurkan kampanye iklan dengan bintang asal Kanada, William Shatner yang terkenal dengan perannya di Star Trek, hingga mengganti tim manajemen yang berisi profesional berusia muda namun diperkirakan mempunyai pemikiran hebat dalam hal manajerial. “Kebanyakan pengusaha mempunyai ide sendiri dalam melakukan sesuatu. Tapi kalau mau sukses, ia harus mengikutsertakan orang lain,” jelasnya. Pada 1974, seperti yang sudah diceritakan di awal artikel, Galen akhirnya menjabat president di George Weston Limited dengan berbagai persoalan yang sudah menghadang. Loblaw merugi sehingga Galen harus menjual beberapa properti perusahaan yang jumlahnya tidak sedikit, terutama yang berkedudukan di Amerika Serikat.

Kerja keras bertahun-tahun untuk membalikkan keadaan akhirnya membuahkan hasil. Mendekati akhir era 1970-an baik Loblaw maupun George Weston Limited sudah kembali mendapatkan keuntungan. Bahkan pada 1980 Weston telah menunjukan rekor pendapatan sebesar 76 juta dolar AS sementara penjualan tercatat 6 miliar dolar AS. Dan hanya membutuhkan waktu empat tahun berselang, Loblaw pun disebut sebagai peritel grosir terbesar dan paling mengutungkan di Kanada. Menuju akhir abad ke-20, perusahaan telah memiliki lebih dari 300 toko dan 1200 operasi waralaba.

Memasuki era 2000, ekspansi bisnis Weston sudah sangat variatif. Pada 2003, Galen membeli perusahaan bakery asal Amerika, Bestfoods Baking dari Unilever seharga 2,7 miliar dolar AS. Bestfood sendiri menaungi 19 pabrik yang memegang banyak merek seperti Arnold Bread hingga Thomas’ English Muffins. Akhir 2006, di usianya yang ke-66 tahun, Galen memutuskan untuk meletakkan jabatan executive chairman kendati masih tercatat sebagai president induk perusahaan GWL.

Sang anak, Galen G. Weston, kemudian menggantikan dirinya sebagai executive chairman dan mampu membuat perusahaan kembali meraup keuntungan setahun kemudian. Namun seperti ayahnya, Galen G. Weston juga tampaknya harus bersiap menghadapi berbagai guncangan dalam kehidupan bisnisnya. Februari lalu, Galen junior mendapat kritikan pedas akibat sebuah pernyataan yang dilontarkannya. Saat menjadi pembicara pada Canadian Food Summit, Galen berkomentar, “Pasar dari petani itu sangat hebat, namun suatu hari mereka dapat menyebabkan seseorang terbunuh.” Setelah mengucapkan kalimat ini, Galen buru-buru menambahkan, “Saya berkata seperti ini hanya agar sekadar terdengar dramatis.”

Pernyataan ini menimbulkan suara sumbang dari banyak pihak, kendati kemudian pihak GWL membuat pernyataan bahwa maksud dari pernyataan itu sesungguhnya untuk mengangkat isu keamanan pangan dan kebutuhan sumber daya yang tepat dalam urusan sertifikasi makanan. Jalan sulit untuk meraih kesuksesan tampaknya tak hanya dihadapi oleh Galen Weston senior. (Foto: Getty Images, Dok. Esquire)

 
 
Prajurit Akhir Pekan
Di Taiwan, banyak orang kekurangan waktu di hari-hari kerja untuk berlatih, sehingga mereka berusaha menjaga bentuk tubuh dan penampilan keren dengan berolahraga di akhir pekan atau hari-hari libur. Mereka dijuluki “para prajuri...
Rambut Bagi Pria
Tampil keren dengan aksesori alami Anda. Enaknya pria, kita tak perlu menambahkan macammacam untuk melengkapi penampilan. Tuhan telah memberikan aksesori alami untuk dimanfaatkan: rambut wajah. Menurut pengamat mode Muara Bagdja, citr...
Jangan Lupa Sarapan
Rutinitas pria eksekutif menuntut manajemen waktu yang efisien. Namun terkadang kesibukan mempersiapkan materi pertemuan bisnis menyita waktu di pagi hari. Alhasil tidak sedikit pria yang terpaksa melewatkan makan pagi, karena terbata...

Esquire May 2013 - Internal Affair - Esquire Style
Esquire May 2013 - Rory Asyari for Man & Toys
See More Video...
Seksi

 
SEKSI (ks): 1. Pesona yang berkaitan dengan daya tarik seksual (bisa apa saja: tubuh, suara, mata) pada manusia dan makhluk lain yang tolok ukurnya bersifat personal. Jadi sah saja kok kalau Anda ingin bilang, monyet itu seksi banget! 2. Tuntutan peran, profesionalisme, rekayasa imaji atas nama kreativitas seni. 3. Beda tipis dengan porno/vulgar, bisa dikaitkan dengan intelektualitas atau hal lain tetapi ujung- ujungnya tak bisa dipisahkan dari akar kata itu sendiri, seks. Sulit dibayangkan Anda berkata, Nenek itu seksi sekali pakai bikini!



UNITY CASA by BRAVACASA

Bazaar Art Jakarta

Festival Teluk Jailolo 2013

AMICA Spring/Summer Festival 2013

9 Summers 10 Autumns

COSMO MEN 2013

Esquire Best Dressed Real Men 2013

Promo Ipad
 
Contact Us | Site Map | Mobile | Free Newsletter | FAQ | Privacy and Terms of Use
Subcribe | Advertise | Recommended Links
© 2009 - 2013 ESQUIRE - Indonesia

MRA Media Group