Justin timberlake dan kami sedang berdiri, sembari mengenakan pakaian renang di suite hotel. Ia memakai boxer dan singlet putih sementara kami hanya mengenakan boxer kotak-kotak. Kami bertemu sekitar dua menit yang lalu. “Cepat sekali Anda memelerotkan celana saya!” kata kami.
“Itu bakat saya,” ujarnya.
Koper milik Timberlake ada di sebelah jendela kamar. Ia sangat rapi dalam soal berkemas. Di ruangan lain terdapat piring-piring yang penuh dengan kue, buah, dan juga permen. Tapi yang ia makan hanya kue saja. Walau begitu, perutnya tetap rata. Begitu pula pundaknya. Kokoh, lebar, dan mulus. Terdapat beberapa tato, termasuk gambar salib di bagian lengan kirinya. Dahinya sempit. Geliginya benar-benar rata.
Timberlake juga bisa melakukan sesuatu dengan kedua matanya. Seakan-akan mata tersebut dapat menyedot cahaya. Itulah yang sedang ia lakukan. Ia terlihat sangat gembira, menggebu-gebu layaknya seorang anak kecil. Ia menulari kami dengan keceriaannya, sampai-sampai kami berpikir, ia bisa meminta apa pun di dunia ini, dan kami akan melakukannya. Kami sudah tidak mengenakan celana. Kami harus menuruti Justin Timberlake.
“Ini bakal seru, Kawan,” katanya. “Ayo kita tiru Bert dan Ernie. Menurut saya, ini akan membuat ikatan di antara kita makin erat.”
Terdapat empat kostum yang bergantung di lemari kamar. Sangat sederhana. Mungkin asistennya yang membawakan kostum-kostum Sesame Street itu. Ada Cookie Monster, Elmo yang terlihat kaku, Bert dan juga Ernie. Jika polisi datang sekarang, maka kami harus menjelaskan banyak hal kepada mereka termasuk alasan kami berada di San Diego. Comic-Con 2011 sedang berlangsung tepat di seberang jalan.
“Anda jadi Bert, okay?” ujar Timberlake. “Tak apa, kan?”
“Tentu saja,” sahut kami. “Pasti keren.” Kami menduga-duga, apakah benar kami selalu ingin menjadi Bert terutama ketika bersama dengan Justin Timberlake di San Diego. Aneh juga, ini pada akhirnya menjadi kenyataan.
Kostum-kostum ini kemungkinan besar bukan buatan Amerika. Bahannya seperti sangat mudah terbakar. Licin dan bercahaya. Topeng Bert dan Ernie sudah gepeng, seperti habis kecelakaan. Kami tidak mampu menolak keinginan Timberlake yang aneh, menurut kami ini bukanlah ide yang baik. Hampir semua orang yang pergi ke Comic-Con mengenakan kostum yang jauh lebih keren. Darth Vader, Captain America, manusia biru dari Avatar , dan Joker dalam kostum perawat, semuanya dengan kualitas seperti di set film. Kami khawatir nantinya kami akan terlihat seperti: dua orang kurang pergaulan yang tak mungkin bisa bergaul dengan orang yang kurang pergaulan sekalipun. Ibarat cicin terluar dari Planet Saturnus.
Meski begitu, Timberlake tetap pada pendiriannya. “Saya telah merencanakan hal ini berbulan-bulan sebelumnya,” katanya, maka kami pun mulai mengenakan kostum itu. Justin Timberlake tak terlihat seperti Justin Timberlake saat mengenakan kostum yang tak memiliki kantong itu.
Kami berada di lantai 20. Timberlake kemudian menuntun kami menuju jendela dengan desain arsitektur yang bagus, untuk melihat ke luar jendela. “Di sana,” ujar Timberlake sambil menunjuk sebuah gedung. Itu tempatnya. Gedung dengan nama San Diego Convention Center. Beberapa jam yang lalu, Timberlake berdiri di panggung dekat pintu yang bertuliskan Hall-H, di hadapan sekitar 6.500 penggemar yang bersorak. Amanda Syefried yang tampak seperti pemalu, mengenakan gaun pendek, berdiri di sebelah Timberlake. Mereka berdua akan muncul dalam film In Time, dirilis akhir Oktober. Keduanya datang ke acara Comic-Con, untuk mempromosikan film tersebut. Sebelum mereka, Charlize Theron mempromosikan filmnya. Setelah mereka, Andy Serkis mempromosikan filmnya juga. Theron dan Serkis mendapatkan tepuk tangan tapi tak semeriah yang didapatkan Timberlake.
“Anda siap?”
Baca artikel lengkapnya di Esquire edisi November 2011 atau download format digitalnya di Apple iPad, Samsung Tab, atau WayangForce.com sekarang juga!