Kondang sebagai kiblat industri mode dunia, siapa yang sangka bila Prancis memiliki komoditas ekspor berupa aktivitas kebugaran? Nama petanque mungkin masih terdengar asing di telinga kebanyakan orang. Padahal, di negeri asalnya, petanque telah menjadi sebuah kegiatan yang biasa dilakukan saat berkumpul. Di Indonesia, petanque baru mulai terdengar gaungnya sejak tahun lalu, ketika Indonesia menjadi tuan rumah untuk ajang olahraga SEA Games. Namun, ada juga yang menyatakan bahwa 0 sudah masuk ke Tanah Air jauh sebelum itu. Sayangnya, olah raga ini hanya akrab di kalangan ekspatriat belaka dan tidak berkembang di masyarakat awam.
Petanque adalah permainan ketangkasan melempar bola yang muncul pertama kali pada tahun 1907 di daerah La Ciotat-Provence, bagian selatan Prancis. Namanya berasal dari istilah las ped tanco yang dalam dialek Provencal pada bahasa Occitan memiliki arti “kaki rapat”. Atraksi ini biasa dimainkan dalam arena berukuran 4 x 15 m di atas tanah keras, gravel, batu, pasir dan rumput. Umumnya, petanque dimainkan oleh dua pemain atau dua tim yang beranggotakan 4 hingga 8 orang. Inti permainan ini sendiri berkisar bagaimana kedua pemain atau tim saling mengungguli satu sama lain dengan pelemparan bola.
Bola yang dimainkan ada dua jenis: bola kayu (jack atau biasa disebut boka di Indonesia) dan bola besi (boule, biasa juga disebut bosi). Untuk pemain tunggal atau ganda, setiap pemainnya menggunakan tiga bosi. Untuk permainan yang satu timnya beranggotakan tiga sampai empat orang, setiap pemainnya hanya menggunakan dua bosi.
Permainan petanque biasa diawali dengan tos koin untuk menentukan pemain atau tim mana yang akan memulai permainan. Pemenang tos koin kemudian memilih tempat mulai permainan dengan membuat lingkaran berdiameter 50 cm. Pemain tersebut kemudian melakukan lemparan boka dengan jarak antara 6-10 meter, tetapi tidak boleh terlalu dekat dengan pembatas. Pemain itu atau rekan satu timnya yang lain kemudian melakukan pelemparan bosi pertama, mencoba untuk meletakkan bosi sedekat mungkin dengan boka. Sebelum bosi mententuh tanah, kaki pelempar harus tetap berada dalam lingkaran. Setelah itu, pemain atau tim lawan melakukan pelemparan bosi, mencoba untuk meraih posisi sedekat mungkin dengan boka atau menjauhkan bosi pemain sebelumnya. Bosi yang paling dekat dengan boka menjadi pemain atau tim yang memimpin permainan. Penghitungan point dilakukan saat semua bosi sudah terlempar ke arena.
Petanque bisa dijadikan sebagai salah satu pilihan alternatif untuk Anda yang gemar berolahraga. Beberapa posisi dan gerakan pelemparan sudah pasti memberikan efek positif pada tubuh. Permainan ini juga bisa menjadi sarana untuk melatih tingkat konsentrasi dan akurasi. Ini bisa dilihat dari sejauh mana pemain tersebut dapat mencapai posisi target (baik boka atau bosi lawan) yang telah ditentukan. Karena praktis dan mudah dimainkan, tak heran bila permainan ini cukup banyak diminati. Di beberapa negara jajahan Prancis, permainan ini bahkan telah menjadi semacam tradisi. (Teks: Dicky Zulkarnain - Foto : Dok. FOPI)