Sebuah film bencana. Itulah yang sedang ditonton orang Yunani. Sebuah film laris yang mempertontonkan bagaimana sebuah negara dapat hangus dilalap bencana ekonomi. Kami mengadapi pendapatan per kapita yang menurun, seluruh sektor ekonomi (otomotif, industri, konstruksi) yang terguncang, ketidakmampuan dalam politik, tersebarnya korupsi, ketidakmampuan sektor publik, mangkirnya urusan pajak, miskinnya sistem pendidikan dan kesehatan, kerusahan di pusat Athena, kelas menengah yang sudah kehilangan kemampuan belinya, dan ketakutan permanen bahwa Yunani tidak akan bisa mempertahankan tempatnya di zona euro. Setiap hari, semua hal dan semua orang semakin tenggelam saja. Namun di sisi terangnya, mentalitas berubah. Kami teringat kembali akan nilai uang: dengan sedikit uang untuk dibelanjakan, kami fokus pada integritas dan kualitas. Kami teringat akan nilai inovasi: mencari sumber pendapatan alternatif. Dan secara umum, kami tidak lagi percaya omong-kosong. Setelah puluhan tahun kecurangan, korupsi, kebohongan, dan menghitung uang yang tak pernah benar-benar ada, kami sekarang mampu mengenali penjahatnya ketika kami melihat mereka. (Teks: Kostas N. Tsitsas, Editor in Chief Esquire Yunani, Foto: Dok. Esquire)
Sehat Ala Jepang
Berbicara tentang makanan sehat tentu tidak lepas dari makanan jepang. Kegemaran bangsa ini mengkonsumsi ikan terlihat dari menu sarapannya. Masyarakat jepang terbiasa menyantap ikan laut seperti saba, aji, maupun sanma. jika tidak te...
Kenangan Abbey Road
Judul di atas bukan sekadar bermaksud mencolek memori tentang footage personel grup musik legendaris asal inggris, The Beatles, yang sedang melintasi zebra-cross. lebih dari itu, abbey road pada tahun 2011 lalu ditentukan sebagai nama...
Jurus Menyelam
Menyelam tidak harus bisa berenang
Karena, gerakan renang di bawah air berbeda dengan teknik renang di permukaan. Hal yang penting adalah merasa nyaman dengan air dan tidak mudah panik. Sebetulnya, menyelam juga bisa menjadi metode t...
SEKSI (ks): 1. Pesona yang berkaitan dengan daya tarik seksual (bisa apa saja: tubuh, suara, mata) pada manusia dan makhluk lain yang tolok ukurnya bersifat personal. Jadi sah saja kok kalau Anda ingin bilang, monyet itu seksi banget! 2. Tuntutan peran, profesionalisme, rekayasa imaji atas nama kreativitas seni. 3. Beda tipis dengan porno/vulgar, bisa dikaitkan dengan intelektualitas atau hal lain tetapi ujung- ujungnya tak bisa dipisahkan dari akar kata itu sendiri, seks. Sulit dibayangkan Anda berkata, Nenek itu seksi sekali pakai bikini!