Inilah cara Alexei Navalny, seorang pengacara dan aktivis politik, mengamati Kremlin dengan papan ketik dan koneksi internet.
ESQ: Anda blogger paling terkenal di Rusia saat ini. Orang-orang juga mengenal Anda sebagai figur oposisi terdepan terhadap Vladimir Putin. Bagaimana Anda memulai semua ini?
Alexei Navalny: Saya pernah lama bekerja di Yabloko (salah satu partai politik di Rusia). Di situ, saya bertanggung jawab untuk mengurus berbagai acara politik dan berhubungan dengan para jurnalis. Pada waktu itu, saya baru menyadari bahwa lebih banyak orang yang menyimak blog pribadi saya (Navalny.LiveJournal.com, yang ditulis dalam bahasa Rusia tanpa translasi bahasa lain) daripada hasil wawancara yang ada di berbagai media. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk lebih fokus untuk menulis blog tentang korupsi. Banyak yang bertanya, mengapa saya tidak muncul saja di televisi. Sepertinya, televisi tidak begitu peduli terhadap saya, saya pun mengabaikan televisi. Banyak yang menyukai blog saya karena di Rusia ada sensor media, sehingga banyak jurnalis yang tidak berani menulis seperti apa yang telah saya tulis. Itu bedanya blog di Rusia dibandingkan blog di Amerika dan Eropa.
ESQ: Sejauh mana internet memengaruhi berbagai aksi protes yang belakangan ini sering terjadi di Rusia?
AN: Sepertinya, hampir 40 persen dari orang-orang yang ikut beraksi itu terpengaruh oleh internet. Setahun belakangan merupakan masa yang baik dalam perkembangan internet. Broadband menjadi murah dan sistem mobile internet pun semakin berkembang. Internet menjadi sebuah infrastruktur komunikasi paling berpengaruh saat ini. Bahkan mulai mengalahkan pengaruh televisi. Jejaring sosial memberikan infrastruktur dan berbagai layanan penting yang kita butuhkan. Situs LiveJournal sangat bagus karena mencakup jaringan internasional yang luas. Facebook memiliki fitur multimedia menarik yang membuat kita bisa berkomunikasi secara interaktif dengan banyak orang di belahan dunia lain. Tapi, menurut saya, orang-orang tidak turun ke jalan karena Facebook atau LiveJournal. Mereka turun ke jalan karena mereka marah. Tanpa bantuan Facebook atau LiveJournal, mereka pun akan tetap turun ke jalan. Namun, koordinasi aksi akan jadi sulit tanpa infrastruktur informasi modern. Sekarang ini, karena mereka dapat dengan mudah berkoordinasi satu sama lain, aksi protes pun bisa berlangsung dengan lebih damai. (Teks: Dimitry Golubovsky, Editor in Chief Esquire Rusia, Foto: Sipa Press, Dok. Esquire)