HomeSubscribeAdvertiseSite Map RSSContact UsAbout Us
 
 
Post on 26/04/2012
Band of Brothers

5 Pembawa Acara, 5 Jalan Hidup, 1 Kisah Pertemanan

Salah satu legenda master of ceremonies (MC) Koes Hendratmo pernah bercerita kepada Esquire, ia menjadi MC di era ‘70-an karena ketidaksengajaan. Sang teman Kris Biantoro, yang sudah lebih dahulu menjadi MC meminta Koes menggantikannya menjadi MC di sebuah acara. Sejak itu, tawaran berdatangan. Beberapa tahun berselang, giliran Koes yang mengenalkan Tantowi Yahya kepada “Ratu Kuis” Ani Sumadi.

Serupa tapi tak sama, di bilangan tahun ‘90-an ketika Erwin Parengkuan harus meninggalkan Hard Rock FM, stasiun radio tempat dirinya pernah bekerja, ia diminta mencari pengganti. Erwin kemudian teringat koleganya Muhammad Farhan, tetapi saat itu Farhan tengah menjadi penyiar di radio lain. “Saya telepon Farhan dan meyakinkan dirinya layak menggantikan saya,” kenang Erwin.

Zaman sudah berubah, dan konteks boleh berbeda, namun benang merah tetap sama: para MC atau presenter ini tahu persis pentingnya memupuk pertemanan. Mereka sepertinya membuang jauh-jauh kalimat penulis Gore Vidal yang berkata,
Whenever a friend suceeds, a little something in me dies.”

Alvin Adam, Charles Bonar Sirait, Erwin Parengkuan, Farhan, dan Ferdy Hasan paham betul akan hal ini. Memulai karier dalam kurun waktu yang relatif bersamaan, mereka telah lama berteman. Ferdy misalnya masih ingat ketika anak pertama lahir, Farhan saat itu datang ke rumah sakit bersalin. “Padahal sekarang usia anak saya sudah 15 tahun,” ungkap Ferdy.

Kelima presenter yang namanya tetap bertahan hingga kini pun berkaca kepada perjuangan masing-masing individu untuk menggapai kesuksesan kini. Charles misalnya tidak bisa melupakan saat sering bertemu Alvin di stasiun televisi Indosiar saat menjadi teman ‘seperjuangannya’, mengantre untuk proses casting . “Kami sama-sama menjalankan masa-masa yang melelahkan,” kenang Charles.

Hubungan teman antara kelima “ahli bicara” ini pun tidak hanya sebatas kebetulan menjadi teman seperjuangan semata. Erwin melihat hubungan pertemanan yang mereka rajut terjalin dengan alami.

Ia misalnya pernah bersama Ferdy ingin berkolaborasi di dunia financing , Namun dalam beberapa kali pertemuan, kolaborasi itu tidak juga terwujud. “Saya rasa memang ada di pertemanan ini hal-hal yang tidak bisa diatur,” jelasnya.

Sementara mereka berlima sepakat persaingan tidak dilihat sebagai jurang pemisah. Bahkan menurut Alvin kompetisi sehat tentu harus ada. “Kalau tidak, kita justru bisa stagnan. Saya pikir kami saling ‘memantau’ satu sama lain sekaligus menambah value masing-masing,” ungkapnya. Senada dengan Alvin, Charles menyatakan kompetisi telah ‘menyehatkan’ mereka berlima. “Saya rasa kami tak begitu mempermasalahkannya dan tak ada iri hati, karena toh kami memiliki keunikan masing-masing yang tak dimiliki oleh yang lain. Setiap orang punya caranya sendiri untuk ‘jualan’,” jelas Charles.

Soal keunikan ini diamini Farhan. Ia menganggap Erwin sebagai satu pembawa acara TV dan radio yang memiliki teknik siaran yang sempurna. Sementara Alvin ia anggap unggul di ilmu jurnalistiknya. “Ferdy memiliki karakter yang mampu membuat orang di sekitarnya merasa adem, sedangkan Charles adalah satu dari sedikit presenter yang mampu mendokumentasikan ilmu presenting -nya dan bisa membaginya ke orang lain. Itulah yang tidak saya bisa,” jelas Farhan ‘membedah’ koleganya.

Maka, ramailah studio Esquire saat hari itu kelimanya berkumpul bersama. Ada saja perbincangan dan celoteh yang keluar dari kelima presenter ini. Dari obrolan serius hingga yang mengocok perut, terus mewarnai sesi wawancara dan pemotretan berlangsung. “Kami berlima itu lucu. Bahkan pernah diusulkan oleh Farhan untuk membentuk organisasi, bernama Ikatan Presenter Indonesia. Ah , tapi lebih baik tak usahlah berpolitik,” jelas Charles. Ya, bisa-bisa Anda berlima sudah tidak lagi ‘lucu’ saat sudah mulai berpolitik. (Teks: Ajeng Puspita , Ramzy Hasibuan – Fotografi: Adrian Stephanus – Digital Artist: Indarno –Stylist: Alia Husin)

 

Penasaran dengan profil masing-masing presenter ini? Jangan lewatkan reviewnya di Esquire Indonesia edisi Maret 2012! Download segera edisi digital Esquire Indonesia di eReading (Samsung Tab), Scoop (Apple iPad), WayangForce (Wayangforce.com), atau XL Baca.



 
 
Prajurit Akhir Pekan
Di Taiwan, banyak orang kekurangan waktu di hari-hari kerja untuk berlatih, sehingga mereka berusaha menjaga bentuk tubuh dan penampilan keren dengan berolahraga di akhir pekan atau hari-hari libur. Mereka dijuluki “para prajuri...
Rambut Bagi Pria
Tampil keren dengan aksesori alami Anda. Enaknya pria, kita tak perlu menambahkan macammacam untuk melengkapi penampilan. Tuhan telah memberikan aksesori alami untuk dimanfaatkan: rambut wajah. Menurut pengamat mode Muara Bagdja, citr...
Jangan Lupa Sarapan
Rutinitas pria eksekutif menuntut manajemen waktu yang efisien. Namun terkadang kesibukan mempersiapkan materi pertemuan bisnis menyita waktu di pagi hari. Alhasil tidak sedikit pria yang terpaksa melewatkan makan pagi, karena terbata...

Esquire May 2013 - Internal Affair - Esquire Style
Esquire May 2013 - Rory Asyari for Man & Toys
See More Video...
Seksi

 
SEKSI (ks): 1. Pesona yang berkaitan dengan daya tarik seksual (bisa apa saja: tubuh, suara, mata) pada manusia dan makhluk lain yang tolok ukurnya bersifat personal. Jadi sah saja kok kalau Anda ingin bilang, monyet itu seksi banget! 2. Tuntutan peran, profesionalisme, rekayasa imaji atas nama kreativitas seni. 3. Beda tipis dengan porno/vulgar, bisa dikaitkan dengan intelektualitas atau hal lain tetapi ujung- ujungnya tak bisa dipisahkan dari akar kata itu sendiri, seks. Sulit dibayangkan Anda berkata, Nenek itu seksi sekali pakai bikini!



Adrenaline 360

UNITY CASA by BRAVACASA

Bazaar Art Jakarta

Festival Teluk Jailolo 2013

AMICA Spring/Summer Festival 2013

9 Summers 10 Autumns

COSMO MEN 2013

Esquire Best Dressed Real Men 2013

Promo Ipad
 
Contact Us | Site Map | Mobile | Free Newsletter | FAQ | Privacy and Terms of Use
Subcribe | Advertise | Recommended Links
© 2009 - 2013 ESQUIRE - Indonesia

MRA Media Group