| |
| |
Woman We Love » Olga Lydia
Olga Lydia
Dalam sebuah gastro pub bernuansa modern di bilangan Kemang, seorang wanita langsing duduk di sofa bergaya Inggris. Di atas meja kayu tergeletak sebuah buku tebal berisi kumpulan skrip, dialog dan adegan film hasil kompilasi Eka Sitorus. Memakai kaos hijau bergambar tokoh kartun dan jeans ketat, ia terlihat cuek dan apa adanya. Wajah wanita itu akrab menghiasi layar kaca. Mulai dari acara kuliner, sebagai presenter program otomotif di stasiun TV nasional sampai marketing talkshow pada salah satu TV lokal Jakarta. Bagi Anda yang gemar menonton parodi politik Negeri Impian, pasti sudah tidak asing dengan parasnya. Selain malang- melintang di televisi, sarjana teknik sipil Universitas Parahyangan ini juga aktif sebagai enterpreneur. Bisnis tempat main bilyar, restoran Jepang sampai usaha bar & lounge dijalaninya.
|
| |
|
|
| |
 |
Menghapus Noda Merah
Dalam operasi terhadap suporter sepakbola tiga bulan lalu, aparat kepolisian DKI Jakarta menyita puluhan senjata tajam, mulai dari celurit, parang, pedang Samurai, puluhan rantai, sampai sabuk berkepala besi. Selang sebulan berikutnya, razia sejenis kembali menemukan ragam senjata berbahaya, d
Bersih-Bersih Jejak Digital
Foto dengan gambar vokalis band Gigi, Armand Maulana, beredar di internet April lalu. Armand mengenakan kaos berwarna merah bertuliskan “We'll Rather Walk Alone!” dengan gambar burung yang dihujam sebuah trisula. Foto itu ternyata membuat penggemar klub sepakbola Liverpool di Indon
Benteng Baresi
Bagi Anda penggemar sepakbola pasti mengenal tokoh satu ini. Ia adalah “penjaga benteng” terakhir (sebelum kiper) di pertahanan AC Milan dan Italia pada era ‘80an hingga ‘90an. Hampir setiap penyerang dari tim sepakbola manapun gentar menghadapi seorang Franco Baresi, be
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
| |