-->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Fungsi Diafragma pada Mikroskop

Fungsi Diafragma pada Mikroskop

Mikroskop merupakan sebuah alat yang paling umum digunakan dalam meneliti mikroorganisme dalam sebuah jaringan makhluk hidup. Untuk dapat mengamati mikroorganisme yang berukuran sangat kecil tersebut, pastinya menggunakan bagian bagian mikroskop yang dapat menghasilkan penampakan yang sangat besar. Salah satu bagian yang membangun sebuah mikroskop dan sangat penting adalah Diafragma. Fungsi diafragma pada mikroskop juga terbilang cukup beragam yang membuat para peneliti mampu dengan jelas melihat objek tersebut.

Fungsi Diafragma pada Mikroskop yang Sangat Penting

Diafragma merupakan salah satu bagian terpenting dalam sebuah mikroskop untuk sistem pencahayaannya. Akan tetapi, diafragma tersebut tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus menggunakan bagian lain agar fungsinya bisa maksimal. Sama halnya dengan Diafragma pada sebuah kamera, pada alat ini juga sangat berpengaruh terhadap intensitas cahaya yang akan digunakan dalam melihat sebuah objek.

Diafragma akan bekerja dengan bagian-bagian lain yang masih menjadi satu untuk sebuah sistem pencahayaan dari mikroskop tersebut, seperti reflektor dan juga kondensor agar tampilan dari objek bisa dilihat dengan jelas. Selain itu, bagian tersebut juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah pentingnya dengan bagian-bagian lain. Bahkan fungsi diafragma pada mikroskop juga berpengaruh pada kesehatan para penggunanya. Berikut uraian fungsi-fungsi dari diafragma tersebut.


  • Mengatur jumlah cahaya yang masuk

Tentunya fungsi utama dari sebuah diafragma pada mikroskop adalah untuk mengatur intensitas cahaya yang telah diterima dari kondensor. Apabila jumlah cahaya yang diterima dari pantulan cermin sangat kurang, maka bayangan yang dihasilkan dari lensa okuler dan objektif akan mengalami gangguan.

Oleh sebab itu, banyaknya cahaya yang masuk pada sebuah diafragma juga bergantung dari pantulan cahaya yang berasal dari reflektor. Selain itu, tempat dilakukan sebuah pengamatan tersebut juga dapat mempengaruhi pengaturan sebuah cahaya di dalam sebuah diafragma. 


  • Membuat mata penggunanya tidak mudah sakit

Apabila jumlah cahaya yang dipantulkan oleh reflektor tersebut sangat banyak, maka diafragma akan berusaha mengurangi jumlahnya. Sebab, bila tidak ada diafragma yang menyaring cahaya tersebut, maka akan berakibat serius pada mata sang pengguna mikroskop.

Banyaknya cahaya tersebut dapat merusak kinerja mata, mulai terjadi gangguan mata cepat kering hingga yang paling berbahaya adalah kebutaan. Oleh sebab itu, dengan fungsi sebagai penyaring cahaya yang terlalu berlebihan tersebut yang berasal dari kondensor, kemudian dilakukan fokus pada diafragma agar hasil yang bisa diamati menghasilkan bayangan yang jelas serta tanpa adanya kerusakan pada mata. Sumber: Jenis Jenis Mikroskop

  • Pengamatan menjadi lebih fokus

Selain kedua manfaat diatas, fungsi yang terbilang penting adalah faktor penentu agar tampilan objek pada saat pengamatan bisa menjadi fokus. Salah satu faktor mengapa saat dilakukan pengamatan pada sebuah mikroorganisme tampilan yang dihasilkan selalu kabur adalah berasal dari sistem pencahayaannya, baik dari kondensor, reflektor, ataupun diafragma yang kurang maksimal.

Apabila cahaya yang masuk pada mikroskop tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan, maka objek akan terlihat tampak lebih jelas. Selain itu, dengan bantuan dari kondensor, maka fokus pada hasil tampilannya akan semakin bagus dan bisa melihat dengan teliti dari mikroorganisme tersebut.


Itulah beberapa fungsi dari diafragma pada komponen mikroskop yang sangat penting. Selain dapat mengatur jumlah cahaya yang dibutuhkan dalam mengamati sebuah objek yang sangat kecil agar bisa terlihat dengan jelas, bagian tersebut juga dapat mempengaruhi kesehatan mata sang pengguna.


Fungsi Diafragma pada Mikroskop - Esquire