-->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Proses Terjadinya Pelangi Api

Proses Terjadinya Pelangi Api


Selain proses terjadinya pelangi yang berwarna warni setelah hujan, ada pula fenomena alam lain yang berkaitan dengan cahaya, yaitu pelangi api. Fenomena ini mungkin tidak terjadi sesering pelangi setelah hujan. Namun, berikut ini akan dijelaskan bagaimana proses terjadinya. 

Pelangi api bisa terjadi karena adanya proses pembentukan awan dari titik-titik air berukuran sama. Awan yang bisa membentuk pelangi api adalah awan cirrus. Selain awan cirrus proses terbentuknya pelangi api juga karena ada cahaya matahari, lebih tepatnya saat matahari berada pada sudut 58 derajat-lebih. 

Sama seperti saat terjadinya pelangi biasa, cahaya matahari yang bertemu dengan awan yang terbentuk dari titik-titik air ini kemudian menyebabkan terjadinya proses pemantulan, pembiasan dan pembelokan cahaya matahari oleh awan. Saat sudah terbentuk, difraksi gelombang cahayanya tersebar dan membentuk pola menyerupai cincin. 

Saat terjadi pelangi api, terlihat bentuk lingkaran penuh. Lingkaran penuh ini sendiri merupakan kumpulan dari beragam cahaya yang tampak sejajar dengan cakrawala dimana awan cirrus menjadi pusat lingkarannya. Dari proses tersebutlah kemudian muncul cahaya dengan warna dan panjang gelombang berbeda-beda, yang kemudian membentuk pelangi api. 

Pola penyebaran warna pada fenomena pelangi api memang cenderung berbeda. Meski demikian, warna yang terbentuk itu selalu membentuk pola yang berulang. Contohnya warna yang dihasilkan bermula dari biru, kemudian hijau, merah, ungu lalu kembali ke biru dan seterusnya. 

Nah, itu tadi adalah penjelasan tentang bagaimana proses terbentuknya pelangi api. Dengan mempelajari bagaimana proses terjadinya salah satu fenomena alam ini, Anda selanjutnya dapat menjelaskan kembali, bahkan pada anak-anak dengan cara dan metode yang lebih sederhana.

Sumber: proses terjadinya pelangi


Proses Terjadinya Pelangi Api - Esquire